Thursday, November 30, 2017

inappropriate comfort

ada zona nyaman yang seharusnya tidak kita bangun.
karena zona nyaman seringnya hanya menjadi kendala
untuk melanjutkan langkah yang nyata.
setiap manusia memiliki batasan nya masing-masing.
ada tekanan yang harus ia lalui.
ada suasana yang harus ia bentuk.
ada rasa yang harus ia alami.
terkadang sesekali terselip rasa yang tidak pada tempatnya.

hanya perlu ingat satu hal:
ada banyak rasa yang harus dijaga.
 

Friday, November 03, 2017

Akreditasi Puskesmas (kayak orang-orang) :)

been a veeeeeeeeeeeeeeeeery long time i have no write on this.
such a pity.
sangat jauh berbeda dengan resolusi awal tahun yang pernah ditulis di agenda.
tahun ini banyak pembelajaran tentang kedewasaan #sok.iye

AKREDITASI PUSKESMAS
this topic preoccupying my whole life. zzzzzzz...
banyak sekali ujian yang harus gw hadapi di sini.
most of all, it's still myself who annoys me so much.
myself is my biggest enemy, at all.
masih seperti itu juga ternyata.

dan kata-kata "Komitmen" pada kegiatan akreditasi ini memang semestinya bukan menjadi hiasan belaka.
menurut gw pribadi, ini adalah kunci utama kegiatan ~Akreditasi~
kalo semua oknum memang memiliki ikatan batin yang kuat untuk melaksanakan komitmen ini sebaik-baiknya, insha Alloh semuanya akan berjalan lancar.
tapi ya namanya manusia. ada yang rajin. ada yang malas. ada yang memiliki inisiatif tinggi. ada yang nggak mau rugi.
di sini kita bisa lihat kinerja seseorang, terlepas dari hasilnya baik atau enggak.

and i faced so many ups and downs here.
i saw so many faces.
i feel betrayed.
mungkin gw aja yang terlalu tinggi memasang ekspektasi terhadap orang lain.
tapi gimana ya.
sebagai manusia biasa, gw mrasa in a BIG DISAPPOINTMENT.
mereka yang kita anggap baik dan bagus pada kenyataannya juga cuma manusia biasa yang memiliki cacat cela.

but the show must go on.
tetap semangat aja.
for a better future.
and there's always a big difficulty in making a new step.
yet, just go through.






Sunday, April 30, 2017

Siblings: Don't Judge a Book by Its Cover



Punya saudara dengan wajah yang tidak satu aliran memang kadang2 irritating ╮(╯_╰")╭
Some people face that. Me too s( ̄▽ ̄)/
Secara kasat mata, my siblings got that tall and skinny posture.  On the other hand, gw memiliki tampilan pendek dan gendut berisi. Hahahahhaa... Tapi menurut BMI sih masih dalem batas normal ah >>menghibur hati>>
Another physical matter ya dari bentuk muka. Hmmmmm.... Emak gw orang palembang. My amazing fader orang jawa. Sodara2 gw sekilas memiliki tendensi wajah orang sumatera dan pas untuk kategori "wong kito galo". Sebaliknya, gw memiliki kecenderungan untuk dinilai sebagai "wong jowo". Hahahahhaa. It's alright~~



There's something that proof that we're in the same blood, i guess. You could find it in the way we drive a car. 
Sudah cukup lama ga disopirin my fader, gw cukup berdebar2 juga di kursi penumpang >>lagu lama.....>> 
One of my brader memiliki kecenderungan "makin rame, makin injek gas". 
Yang laen cukup terlatih untuk teragitasi kalo ada yg mendahului #pheww... 
One of my friend said i'm a bit provocative while driving. 
I don't really agree. 
I name it #impulsive. 
Hahahah... 
Try us and decide (งˆヮˆ)ง

it is!!

Thursday, February 16, 2017

to speak or not to



komunikasi yang baik adalah langkah awal dalam membangun suatu hubungan.
ada masa dimana tingkah laku dan bahasa tubuh menjadi lebih bermakna dari sekedar kata-kata.
ada masa dimana kata-kata akan membuat perbuatan kita semakin berarti.
ada masa dimana diam adalah obat yang paling mujarab untuk mengobati luka hati.

to speak up your minds sometimes is not an easy thing to do.
kadang-kadang kita dapat menyakiti orang lain dalam diam.
ada saja ucapan atau perbuatan yang mungkin menyinggung.
kadang-kadang kita terlalu sombong untuk bercemin.
menilai apakah kita sudah berucap yang baik, berbuat yang benar, berniat yang tulus.

kecewa hanya sepenggal proses pendewasaan.
bersabar adalah proses pembelajaran yang tidak akan pernah usai.

-curcol ends here-

Tuesday, January 31, 2017

What Happened to this Nation?

Pernah gak ktemu ibu2 punya anak yang masih belum bisa bicara padahal teman2 seusianya sudah pandai berceloteh menggemaskan??

Sebagai tenaga medis di Puskesmas, bukan sekali gw temui kasus seperti ini. Gambaran besarnya ada dua tipe orangtua nya:

Ada orangtua yang datang dengan sedih dengan perasaan nyaris putus asa. Makin berlarut2 dalam airmata kalo anaknya disarankan berangkat ke rumah sakit rujukan yg jaraknya cukup jauh-untuk mendapat terapi lebih lanjut, akan tetapi di akhir pembicaraan dia berjanji akan berusaha berangkat dan pulang dengan sehelai kertas rujukan di tangan.

Ada orangtua yang datang dengan wajah tanpa dosa-biasa-biasa saja dan dengan cepat memberi seribu satu alasan tentang ke-enggan-an-nya berangkat ke rumah sakit (masih ada anak yang lebih kecil, rumah sakitnya jauh, nggak ada biaya, ada orangtua yang sakit, bla bla bla) dan pada akhir pembicaraan masih menolak untuk dikirim ke dokter spesialis.

Yang mana yang lebih menyedihkan?

Kamu sedih mendengarnya?

Tapi itu kenyataannya!

Itu ada di Indonesia.

gw mungkin memang ga pas untuk menilai orangtua2 tersebut. mungkin memang ada masalah internal yang mereka hadapi. mungkin memang ada hambatan-hambatan yang sulit mereka lewati.
tapi, bukankah kita diajarkan untuk BERUSAHA?
dan ada momen dimana mereka putus asa, dan muncul berita mengada-ada. semata-mata untuk mencari simpati warga. muncullah berita tentang pelayanan yang  tidak memuaskan. tentang biaya yang membengkak tentang diskriminasi... hmmm, mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari sifat buruk ini.


#saveourchildren

"Anak adalah amanah dari Alloh swt. Anak adalah anugerah. Anak adalah ujian. Saat orangtua tidak mau berusaha memberi yang terbaik untuk anaknya, bagaimana sesungguhnya kedudukannya di mata Alloh swt? "